Coretan di atas kanvas
ada seonggok realitas semu
namun cahaya estetis yang menyodok - nyodok jiwa seperti legenda
Denting genda dari paduan - paduan warna
seperti memoriku ketika jatuh cinta dan bermesra
Adegan kehidupan di kanvas seperti realitas yang di asingkan
mengalun lagu - lagu nostalgia di malam yang gelap gulita
sepi menyelidik !
memandang cakrawala
mengantarkan mimpi bagai hidup di syurga
Realitas yang di asingkan ternyata surga yang menawan
seperti pijaran warna
melenting henting
jadi mawas diri , ternyata ada yang tersisih
Coretan di atas kanvas adalah mati yang hidup dan semu yang nyata.
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Senin, 10 Juni 2013
Rabu, 05 Juni 2013
Kegaduhan Burung-Burung
Kuterjemahkan kegaduhan pada udara, laut, dan laut
menurut alam persepsi semilyar wajah
ada dentum yang nyaring
simbol kegaduhan yang merajalela
disetiap penjuru burung-burung mengeluh, merintih
ketika zat asam berbau amoniak
kesadisan alam adalah manifestasi keserakahan yang laten
kepedulian hanya figura pada gambar yang retak
tak ada burung semerdeka matahari dan angin
menerobos semesta dengan keyakinan dan harapan
bau dupa pada semesta hanya sia-sia
karena kegaduhan telah mengkristal memenuhi ruang waktu
harapan yang berwibawa adalah menikmati keagungan yang tak terbatas
Minggu, 12 Mei 2013
Peluk dan Cium
PELUK CIUM
peluk cium pada sajadahku tuan?
adalah kepasrahan bening hatiku
senantiasa kunantikan dalam detik-detik
aku butuh bening rupa telaga
dan rasa aroma mawar
memenuhi kamar-kamar waktu
peluk cium pada sajadahku tuan?
adalah kepasrahan segala bedebah
yang meringkuk pada menit-menitku yang rapuh
dan darah-darah binatang yang meracuni buluh nadaiku
peluk cium pada sjadahku tuan?
karena tidak ada pilihan lain
batu-batu itu bisu
batu-batu itu takkan beranjak sendiri
batu-batu itu tenggelam dalam lautan
takkan bisa membantu dan memberi solusi
hanya membawa kita dalam kegelapan.
peluk cium pada sajadahku tuan?
memberi terang damai
memberi secercah cahaya dalam kegelapan
pada setiap detik yang ku rengkuh
peluk cium pada sajadahku tuan?
adalah kepasrahan bening hatiku
senantiasa kunantikan dalam detik-detik
aku butuh bening rupa telaga
dan rasa aroma mawar
memenuhi kamar-kamar waktu
peluk cium pada sajadahku tuan?
adalah kepasrahan segala bedebah
yang meringkuk pada menit-menitku yang rapuh
dan darah-darah binatang yang meracuni buluh nadaiku
peluk cium pada sjadahku tuan?
karena tidak ada pilihan lain
batu-batu itu bisu
batu-batu itu takkan beranjak sendiri
batu-batu itu tenggelam dalam lautan
takkan bisa membantu dan memberi solusi
hanya membawa kita dalam kegelapan.
peluk cium pada sajadahku tuan?
memberi terang damai
memberi secercah cahaya dalam kegelapan
pada setiap detik yang ku rengkuh
Langganan:
Postingan (Atom)